KIAT: Pilihlah Kios yang Justru Banyak Pesaing

Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Apakah Anda hendak membuka kios di sebuah pusat belanja? Pilihlah lokasi gerai yang banyak diisi penjual produk sejenis.

Misalnya, saat Anda nantinya menjual produk busana anak, pilihlah sebisa mungkin gerai yang satu lokasi dengan para penjual produk sejenis.

 

Pengelompokkan seperti itu justru membuat pengunjung yang datang lebih banyak, dibandingkan bila gerai Anda berdiri sendiri.

 

Rumah Kusam pun Bisa Menghasilkan Keuntungan (2)*

Sumber Ilustrasi: Istimewa
Sumber Ilustrasi: Istimewa

 

 

 

 

 

 

 

Oleh Achmad Adhito, Kolumnis Tamu

Pembaca yang budiman, pada artikel pertama, kita telah menelaah dua faktor yang perlu dicermati manakala berinvestasi melalui rumah sekunder nan—bisa jadi—kurang terurus. Itu adalah, pertama, perlunya meneliti bagus atau tidaknya lokasi tersebut. Kedua, pas atau tidaknya harga jual rumah tersebut untuk dijadikan perkakas investasi. Selanjutnya

Rumah Kusam pun Bisa Menghasilkan Keuntungan (1)*

Sumber Ilustrasi: Istimewa
Sumber Ilustrasi: Istimewa

 

Oleh Achmad Adhito, Kolumnis Tamu

Barang bekas nan kusam seringkali sebenarnya berkilau apik. Lihatlah sepeda ontel, si barang kuno-bekas yang usai dipoles bisa bernilai jual tinggi—seribu satu sayang, saking sayangnya, sang pemilik sering enggan melego benda tersebut. Nah, dalam ranah investasi properti perorangan, rumus tersebut pun berlaku. Persisnya begini: rumah sekunder kusam  nan terlihat nggak ada apa-apanya, ternyata bisa saja menjadi peranti investasi nan apik. Asal saja properti tersebut memenuhi beberapa kriteria. Selanjutnya

KIAT: Jangan Langsung Tanda Tangan PPJB Saat Beli Hunian

Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Jangan langsung menandatangani PPJB (perjanjian pengikatan jual beli) saat membeli hunian yang belum selesai dibangun. Cermati, butir per butir di PPJB itu sebelum tanda tangan. Khususnya yang menyangkut sanksi dan kewajiban tiap pihak.

Kecermatan itu penting agar bila terjadi hal yang tidak diinginkan—misalnya, waktu pembangunan hunian yang melar—Anda sebagai konsumen punya “dalil” yang kuat untuk meminta kompensasi dari pengembang, seperti denda keterlambatan.

Dengan kecermatan itu, Anda pun bisa bersiap lebih saksama untuk memenuhi kewajiban sebagai konsumen.

Bila perlu, mintalah waktu kepada pengembang untuk membawa pulang PPJB itu untuk dikonsultasikan ke pihak yang paham tentang PPJB. (Bre; berita_realestate@yahoo.co.id)