KIAT: Resepsi Virtual yang Efisien

Foto: FreePik

Untuk masa pandemi Covid-19 yang belum berlalu, mengadakan resepsi pernikahan dan akad nikahnya memang tak mudah seperti pada masa pandemi itu tidak ada. Mensiasati problem itu, sekarang banyak yang mengadakan resepsi pernikahan dari jaringan internet.

Disebut bahwa resepsi virtual lebih murah daripada resepsi offline. Benarkah begitu, berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Prinsipnya adalah memang resepsi virtual meniadakan biaya katering dan sewa gedung, tetapi pihak pengantin harus mengalokasikan biaya siaran live maka tetaplah cermat dalam alokasi anggaran.

  1. Sebaiknya untuk resepsi virtual menggunakan jasa layanan yang banyak tersedia untuk itu. Penyedia jasa tersebut umumnya punya pengalaman panjang bidang live elektronik.
  2. Jasa seperti itu bersifat promosi antar jaringan. Maka andalkan rekomendasi kenalan, untuk mendapat layanan yang andal dan biayanya tak tinggi.
  3. Usahakan agar biaya resepsi virtual bisa efisien. Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya:

a. Memilih platform siaran yang lebih efisien biayanya.
Platform siaran Instagram lebih murah daripada platform Zoom.

b. Usahakan efisien dalam memilih paket layanan dari penyedia jasa resepsi virtual. Contoh: usahakan jangan terlalu banyak penggunaan kamera video karena per alat tersebut biayanya sekitar Rp2 juta.
Maka dua kamera mungkin sudah cukup.

c. Usahakan juga agar efisien dalam memilih lokasi siaran resepsi virtual itu. Bila perlu tak perlu menyewa tempat karena toh jumlah undangan yang datang langsung tidak bisa banyak sehubungan dengan pandemi corona.

Bila rumah orang tua mempelai wanita cukup luas maka gunakan saja rumah tersebut dengan hadirin yang terbatas—maksimal 15 orang termasuk pengantin. Dan yang lain menyaksikan siaran virtual.

d. Dalam hal dekorasi dan pernak-pernik tempat resepsi itu, usahakan agar efisien namun tetap menarik.

Dalam hal ini ada baiknya lebih banyak menggunakan efek editan video.

e. Agar ‘kerumunan kecil’ dari proses pernikahan tersebut tidak sering terjadi maka beberapa acara mungkin bisa ditiadakan dan langsung terfokus ke acara resepsi virtual. Sehingga risiko distribusi virus corona juga diperkecil. Dan total biaya resepsi pun dalam hal ini bisa dikurangi.

f. Prinsipnya adalah bahwa resepsi virtual sebaiknya lebih simpel dan murah daripada resepsi yang biasanya. Berdasarkan beberapa informasi, kalau kita tidak cermat mengatur biayanya, resepsi virtual pun bisa memerlukan biaya melebihi Rp 50 juta.

Jadi upayakan efisien sebab bukankah substansinya adalah adanya akad nikah dan bukan kemeriahan dengan segala pernak-perniknya?

(MT/dari Berbagai Sumber)

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s