Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan segera mengeluarkan aturan mengenai pembentukan bank tanah (landbank). Regulasi itu akan berbentuk peraturan pemerintah (PP) yang ditargetkan keluar awal tahun 2017. (Sumber: Housing-estate.com; 18/11/2016)
KIAT: Jurus Jitu Investasi Tanah, Beginilah

Harga terbaik membeli tanah untuk investasi, di titik apa? Yakni, bila harga itu di bawah NJOP (nilai jual obyek pajak). Atau maksimal, di harga sesuai NJOP— pengembang properti biasanya membeli di harga NJOP.
Kalau tanah itu hendak disewakan atau dijual kembali, matangkanlah sehingga menjadi KSB (kavling siap bangun).
Saat menjual kembali, pilih waktu yang tepat dan perhitungkan biaya yang telah dikeluarkan seperti pajak-pajak, pemagaran-pematangan tanah, pemagaran, dan lain-lain. (Dhi/Sumber: Budi Santoso, Profit Berlipat dengan Investasi Tanah-Rumah, Elex Media, 2013).
KIAT: Perhatikan Aturan GSJ, Agar Halaman Anda Aman

Membeli properti di tepi jalan besar yang padat, satu hal penting perlu Anda simak. Perhatikan ketentuan GSJ (garis sempadan jalan) yang ada di kawasan itu. Berapakah angka GSJ di lokasi properti Anda?
Bila dicantumkan bahwa GSJ ada di angka 3 meter, berarti kelak lahan Anda terpotong di angka itu, untuk pelebaran jalan.
Untuk Jakarta dan sekitarnya, Jalan Margonda Raya, Depok, menjadi contoh menarik. Perhatikan, saat ini, cukup banyak bangunan ruko (rumah kantor) dan lain-lain, yang sisa halaman parkirnya menjadi sempit. Sebab, halaman itu terpotong untuk perluasan jalan; hal itu sebelumnya sudah dicantumkan di ketentuan GSJ.
Pengamatan Beritarealestate.co, di beberapa “kisruh” perluasan jalan, banyak pemilik properti yang tidak mengetahui adanya ketentuan GSJ yang signifikan di situ. Dan kaget ketika bertemu fakta bahwa luas halamannya harus dipotong untuk perluasan jalan raya. (Dhi)
KIAT: KPR Refinancing, Solusi Saat Perlu Dana Tunai

Apakah Anda sekarang sedang mencicil pembayaran rumah via KPR, lantas membutuhkan dana tunai untuk merenovasi rumah? Tentu hal ini memberatkan karena, jangankan dana tunai, cicilan KPR bisa sepertiga dari total gaji bulanan, harus mati-matian membayarnya.
Nah, sebenarnya, bila masa angsuran KPR sudah cukup lama—misalnya enam tahun, ada cara tepat untuk mengatasi kendala tersebut. Yakni, mengajukan KPR refinancing ke pihak bank. Bila disetujui bank, Anda mendapatkan dana segar yang bisa digunakan untuk kebutuhan renovasi itu.
Tak jarang, setelah beberapa tahun berjalannya angsuran KPR dan rekam jejak pembayaran Anda baik, pihak bank dengan sendirinya menawarkan KPR refinancing itu. Hal ini dilakukan karena bank ingin menjaga agar debitur mereka tetap setia/loyal.
Lalu, apa yang perlu diperhatikan? Pertama, KPR refinancing sudah tentu memerpanjang masa angsuran KPR Anda, bunga yang harus dibayar pun tentu bertambah.
Kedua, berhati-hatilah menggunakan dana tunai yang ada, jangan digunakan melulu untuk keperluan konsumsi belaka.
KIAT: Kavling di “Pelosok”, Pas untuk Perumahan Kecil

Anda hendak mencari kavling untuk membangun perumahan skala kecil seperti town house? Belilah kavling luas yang tidak persis di tepi jalan raya, tapi lebih masuk ke dalam.
Mengapa? Harga kavling tersebut bisa 30% lebih murah daripada yang di tepi jalan.
Selanjutnya, tentu Anda perlu menyediakan akses masuk bagi penghuni perumahan, bukan? Nah, di sini, belilah kavling yang titik awalnya dari tepi jalan, ke kompleks perumahan tersebut.
Dengan semua itu, Anda menghemat biaya pengadaan lahan karena tidak perlu membeli kavling yang persis di tepi jalan, dalam jumlah banyak.
