KIAT: Resepsi Nikah dengan Pesta Kebun, Asyik!

Sumber Foto, Istimewa

Selangkah lagi, pujaan hati Anda pada akhirnya berhasil digaet. Lantas tak lama, ia setuju menikah. Tentu kabar gembira. Namun demikian, ada satu hal yang mengganjal: ketiadaan biaya resepsi yang memang sering mahal.

 

Walau begitu sebenarnya Anda bisa mencari akal untuk adanya resepsi yang meriah, menarik, sekaligus berbiaya tidak mahal. Yakni dengan hal ini: pesta kebun.

Sebenarnya resepsi pesta kebun itu seperti apa, dan apa saja untungnya? Berikut ini beberapa poin tentang resepsi pesta kebun.

i. Keuntungan pesta kebun, adalah biaya penyelenggaraan yang efisien. Sebab antara lain dari segi jumlah tamu yang diundang, lebih sedikit—bisa saja tidak sampai seratus orang. Yang diundang adalah kenalan dekat, keluarga dekat, dan kerabat dekat.

ii. Dalam resepsi tersebut, kreativitas pihak pengantin bisa leluasa. Antara lain bisa merancang dekorasi kreatif berbiaya murah seperti suasana serba Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan lain-lain.
Bahkan kalau diinginkan, bisa menghadirkan suasana dekorasi dari negara lain, bukan?

iii. Acara resepsi tersebut pun bisa dirancang sesuai kreativitas para pengantin.

iv. Pada prinsipnya, resepsi pesta kebun bisa bersuasana informal. Hal ini menyenangkan karena lepas dari suasana formalitas yang didapat bila resepsi itu diadakan di gedung, bukan.

v. Untuk lokasi resepsi pesta kebun, bisa diadakan di halaman/taman rumah—bila cukup luas, lapangan, dan lain-lain. Sekadar catatan terkadang ada pihak yang menyediakan penyewaan lokasi resepsi pesta kebun itu.

vi. Satu sifat resepsi pesta kebun adalah berlangsung di tempat terbuka dan sering kali malam hari. Dan bisa digangggu oleh turunnya hujan. Pertimbangkan hal ini. Bila perlu, pilih saja Hari H di musim panas.
Atau pun kalau saat musim banyak hujan, Anda punya rancangan skenario alternatif bila di Hari H hujan ternyata turun, misalnya dengan memasang tenda.

vii. Pada prinsipnya, resepsi pesta kebun itu berciri sebagai berikut: low budget, kreatif dalam perancangan suasana, dan sekaligus menghargai para tamu karena undangan yang lebih sedikit.

Menghargai tamu yang datang, tidak harus dengan biaya mahal, bukan? (Dhi/MT; Berbagai Sumber)

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s