KIAT: Awasi Kemungkinan Tambahan DP KPR

Ilustrasi/Istimewa

Ketika Anda hendak membeli rumah—ataupun apartemen—komersial, melalui kredit perbankan, ada satu hal yang sangat pas dicermati.

Yaitu, kemungkinan nantinya tiba-tiba di tengah proses kredit, mesti menyediakan DP (down payment/uang muka) yang harus lebih besar daripada yang sudah dianggarkan.

Apa sebab hal itu? Begini, analis KPR sebuah bank akan menilai profil risiko dari calon debitur kredit tersebut. Bisa saja, analis tersebut menilai bahwa seorang debitur lebih pas diberikan kredit sebesar 70% dari harga rumah yang akan dibeli; maka, DP yang harus disediakan sebesar 30%.

Nah, ketika debitur awalnya menganggarkan dana DP sebesar 20%, bukankah ia harus menyediakan DP tambahan sebesar 10%?

Misalkan,  awalnya Anda hendak membeli rumah seharga Rp 200 juta, dan menganggarkan dana Rp 40 juta (20%) untuk DP. Saat analis KPR mengharuskan anda menyediakan DP sebesar 30%, bukankah harus menyediakan ekstra DP lagi yang besarnya Rp 20 juta? (Dhi)

KIAT: Awas Jangan Parkir Halangi Hidran

Ilustrasi Istimewa

Apakah Anda sering memarkir kendaraan mobil ataupun sepeda motor di sebuah gedung perkantoran atau pusat belanja dan lain-lain sejenis? Sudah tentu kadang kala Anda mendapati adanya fasilitas hidran ataupun APK (alat pemadam kebakaran) lain untuk keperluan pemadam kebakaran.

Dalam hal ini Anda jangan sesekali memarkir kendaraan di dekat ataupun menghalangi akses ke hidran tersebut sekalipun tidak diingatkan petugas keamanan.

Soalnya jelas bahwa hidran tersebut harus dapat diakses dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran bila bencana kebakaran terjadi. Dan untuk akses cepat tersebut sudah tentu hidran tersebut tidak bisa dihalangi apapun termasuk kendaraan Anda.

Untuk informasi tambahan ada sanksi hukum berdasarkan perda atau peraturan daerah bagi mereka yang menghalangi kelancaran akses ke hidran ataupun APK lainnya. (MT)

KIAT: Ludeskan Sisa Properti Lewat Lelang

Ilustrasi Istimewa

Biasanya pengembang properti rumah ataupun apartemen di saat proyek selesai punya beberapa unit yang belum dijual. Contohnya di sebuah kompleks apartemen ada unit sisa sekitar 10 buah dan lain-lain.

Agar unit sisa tersebut bisa dijual dengan cepat dan efisien maka bisa menggunakan cara lelang properti oleh balai lelang yang kini di Indonesia cukup populer.

Dengan lelang maka dalam satu event ada banyak unit yang terjual sekaligus. Maka pengembang tidak perlu menjual satu-persatu via tenaga sales inhouse ataupun broker. (MT)

KIAT: Jangan Lewatkan “Diskon Terselubung”

Sumber Istimewa

Saat ini pasar properti hunian di Jakarta dan sekitarnya tengah melambat. Walhasil pengembang properti hunian banyak menyiasati permintaan yang melambat dengan sejumlah cara.

Berdasarkan info dari beberapa kalangan sejumlah pengembang properti—tidak semuanya—di Jakarta dan sekitarnya banyak memberikan diskon harga kepada konsumen namun hal ini tidak dipromosikan secara terbuka melainkan langsung kepada  konsumen yang datang.

Jadi ini saat Anda memiliki properti bukan? (MT)

KIAT: Cermati Arah Pintu Darurat

Ilustrasi/Istimewa

Anda bekerja di sebuah gedung perkantoran berlantai banyak? Untuk keselamatan, selalulah cermati beberapa hal yang penting dalam darurat. Antara lain, cermati penunjuk arah ke tangga darurat. Lazimnya, penunjuk arah ini dicat mencolok mata ataupun bersinar dalam gelap, sehingga memudahkan pengguna gedung keluar secepatnya.

Lantas, setelah melewati pintu darurat ataupun di sepanjang jalur darurat, bergeraklah cepat dan tidak menggerombol. Itu agar tidak menghambat arus.

Pengelola gedung biasanya, sehari-hari, mensterilkan jalur ke pintu darurat dari hambatan apapun, agar arus orang bisa lancar. Pintu darurat pun tidak boleh dikunci, dan harus bisa terbuka lancar/cepat.