ESAI FOTO: Dan Renovasi Bangunan Tak Hentikan Sang Kota Tua

(Jumat, 1 Januari 2016)

Sejumlah pengembang properti, telah beberapa waktu, menggelar renovasi sekaligus revitalisasi bangunan di Kawasan Kota Tua, Jakarta Utara. Aktivitas itu tak menghentikan aktivitas wisatawan di sana.

Pun, di libur panjang akhir pekan memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Natal 2015 kemarin, wisatawan lokal ataupun mancanegara membanjiri kawasan wisata tersebut.

Bicara Kota Tua saat itu, tak sekadar menyoal suasana jadul (jaman dulu) yang dicerminkan oleh bangunan kuno, tiruan meriam kuno, dan lain-lain. Betapa tidak, para seniman jalanan mewarnai Kota Tua dengan berbagai aksi yang bercorak kekinian. Maka tampillah mereka dengan tiruan robot, tokoh animasi, dan lain-lain.

Walhasil, hari itu di Kota Tua, pengunjung seolah sekaligus berada di dua alam: jadul dan masa kini. Ingin berwisata ke Kota Tua? Yuuk…mari. Baca Selanjutnya

KIAT: Investasi Properti yang Likuid

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Investasi properti itu menguntungkan—terlebih kalau dilakukan dalam jangka panjang. Tetapi, sudah jelas pula bahwa properti merupakan aset yang tidak likuid sehingga terkadang menyulitkan ketika pemiliknya perlu dana segar bernilai besar, dalam waktu singkat.

Bayangkan, dalam masa normal, penjualan properti hunian perlu waktu setidaknya dua bulan sampai tiga bulan; dalam masa stagnasi pasar properti seperti sekarang, waktu yang diperlukan untuk itu bisa lebih lama.

Lantas bagaimana ketika kini Anda punya dana memadai tetapi kuatir bahwa nantinya aset properti yang jadi alat investasi, sulit dijual sementara ada kebutuhan mendesak? Satu cara untuk itu yakni dengan memutar dana tersebut ke dalam pasar surat berharga, persisnya dengan membeli surat berharga keluaran perusahaan properti. Di sini, ada saham, EBA (efek beragun aset), dan lain-lain, yang bisa menjadi peranti investasi.

Surat berharga tersebut bisa menawarkan tingkat keuntungan memadai sekaligus bisa dijual dengan cepat sewaktu-waktu. Beberapa saham perusahaan properti, contohnya, bisa menawarkan tingkat keuntungan per tahun yang sama dengan tingkat kenaikan harga aset properti hunian di kala situasi normal.

Namun ingatlah, investasi melalui surat berharga selalu mengandung risiko kerugian yang bisa saja datang dengan cepat—misalnya ketika saham sebuah perusahaan properti harganya terus terkoreksi. (Dhi)

KIAT: Cara Jual Rumah Jauh dengan Cepat

Istimewa

Apakah Anda tinggal di lokasi X di suatu kota, dan akan menjual rumah tinggal yang berada di lokasi Y yang jauh dari lokasi tersebut? Ada cara mudah memasarkannya, yakni menghubungi broker properti yang berada di lokasi tinggal Anda saat ini.

Broker tersebut nantinya bisa menggunakan sistem co-broking untuk memasarkan rumah tersebut. Broker itu akan menghubungi rekannya di lokasi Y—biasanya dalam satu merek waralaba yang sama—untuk kerja sama memasarkan rumah tersebut. Sudah tentu, rekan tersebut lebih menguasai area lokasi Y sehingga rumah Anda itu lebih lekas terjual.

Yang menguntungkan, tidak ada komisi tambahan yang mesti Anda keluarkan. Adalah para broker itu yang akan berbagi komisi yang didapat dari Anda selaku pihak penjual rumah. (Dhi)

KIAT: Upayakan Calon Pembeli Tak Berubah Pikiran

Ilustrasi: Istimewa

Saat sedang ada di kantor pemasaran properti yang Anda kembangkan, hampir pasti calon pembeli punya alternatif lain. Calon pembeli hampir pasti sudah atau akan membandingkan properti yang Anda pasarkan dengan kompetitor di wilayah yang berdekatan dari segi harga dan lain-lain.

Oleh karena itu, mendapatkan keputusan “ya” secepat mungkin dari calon pembeli, merupakan kata kunci penting. Perkecil kemungkinan ia berubah pikiran, dan tetap memilih properti Anda saat itu juga.

Ada beberapa hal bisa dilakukan untuk itu. Misalkan, bekali para tenaga pemasaran dengan kebolehan memberikan diskon atau bonus lain, dalam batasan tertentu; sebelumnya, diskon tersebut tidak dipromosikan.

Kemudian, mudahkan calon pembeli dalam pembayaran booking fee dengan fasilitas seperti pembayaran non-tunai seperti kartu debit, kartu kredit, dan lain-lain, di kantor pemasaran Anda.

Gunakan pula permainan psikologi untuk memerbesar kemungkinan calon pembeli menjatuhkan pilihan hari itu juga, ke properti Anda. Misalnya, layanan ringan namun menyenangkan perasaan seperti hadiah cindera mata dan sajian kuliner khas kepada calon pembeli yang baru datang, bisa berperan penting. (BS dan Dhi)