Donal Trump: Sang Pemangsa

Posted on Updated on

Sumber Ilustrasi: Istimewa
Sumber Ilustrasi: Istimewa

Oleh Budi Santoso, Konsultan/Trainer

 

Nama Donald Trump barangkali menjadi nama yang paling kontroversial di jagad saat ini. Pernyataan-pernyataannya yang rasis dan anti Islam membuat geram banyak kalangan. Di Indonesia sendiri bulan September lalu namanya menyeruak menjadi berita panas. Pemicunya manakala Ketua DPR RI dituding ikut hadir dalam “kampanye” Donald di Kota New York. Memang saat ini dia tengah menggalang dukungan untuk menjadi kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari jalur Partai Republik dalam Pilpres 2016. Lalu, siapa sosok Donald Trump itu?

Kampiun Properti
Penulis pernah membuat buku dengan judul Lessons of Donald Trump: 40 Pelajaran Terbaik dari Kampiun Properti Dunia untuk Sukses Berbisnis (Penerbit Elex Media, 2010). Secara ringkas dapat dijelaskan perjalanan hidup dan karier pria flamboyan itu.

Donald James Trump lahir di kota New York (AS) pada tanggal 4 Juni 1946. Ayahnya bernama Fred C. Trump dan ibunya Mary Trump. Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Gwenda Blair dengan judul The Trumps: Three Generations that Built an Empire, yang menyelesuri silsilah keluarga Trump berawal pada tahun 1608, ketika seorang pengacara bernama Hanns Drumpf tinggal di kota Kallstadt, 65 kilometer di bagian Barat Sungai Rhine (Jerman). Salah satu keturunannya menjadi seorang petani anggur, dan mengubah nama keluarga menjadi Trump di akhir tahun 1600an.

Trump pertama yang datang ke Amerika ialah Friedrich (kakek Donald), yang melarikan diri karena tidak ingin bekerja dalam bisnis anggur keluarga. Dia hidup dan bekerja berpindah-pindah. Dari kota New York ke Seattle dan akhirnya ke Alaska selama masa pemburuan emas, di mana dia menyediakan makanan bagi para penambang di tempat terbesar di kota itu, Restoran Artic. Friedrich sakit pneunomia dan meninggal ketika Fred (ayah Donald) masih anak-anak.

Fred bekerja di “Big Apple” sebagai pengembang properti yang cukup sukses, terutama di wilayah Brooklyn dan Queens. Dari sinilah Donald mulai belajar tentang dasar-dasar bisnis properti, termasuk memperhatikan cara kerja ayahnya dengan para kontraktor, serikat kerja, para politisi, serta menyelesaikan pembangunan gedung di bawah anggaran dan lebih cepat dari jadual.

Setelah menyelesaikan kuliah di Wharton School of Finance, Universitas Pennsylvania, Donald di awal tahun 1970an mencoba peruntungannya di wilayah Manhattan. Tidak tanggung-tanggung, di usianya masih 27 tahun berhasil menggolkan proyek raksasa, yakni transformasi Hotel Commodore menjadi Grand Hyatt. Setelah itu, dia mulai menata imperium bisnis properti dengan membangun gedung-gedung megah, apartemen dan vila mewah, hotel dan kasino, serta lapangan golf bertaraf internasional pada kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, Chicago, Florida, Las Vegas, New Orlens, Honolulu. Juga pada sejumlah kota di luar AS.

Tidak luput dia membuat sebuah buku bertajuk The Art of the Deal yang dirilis tahun 1987. Buku ini sangat laris, dan terjual lebih dari tiga juta ekslemplar.

Jatuh-bangun dalam bisnis properti telah dialaminya. Sukses besar selama tahun 1980an, beralih menjadi kegagalan di awal tahun 1990an, yakni ketika pasar properti jatuh. Donald nyaris bangkrut. Perusahaannya mempunyai hutang miliaran dolar, dan dia pribadi memiliki hutang US$900 juta. Namun dia berhasil bangkit, dan meraih sukses kembali.

Namanya kian berkibar setelah membintangi serial televisi The Apprentice yang sempat memperoleh rating tertinggi di AS dan beberapa negara. Donald menjelma jadi ikon tersendiri. Berbagai gelar pun diberikan oleh beberapa media massa. The New York Times menyebutkan dia sebagai orang nomor satu di kota nomor satu di dunia. Business Week menempatkannya sebagai salah satu dari sepuluh orang yang paling kompetitif di dunia. Dan The Observer menobatkan dia sebagai contoh terbaik dari kisah sukses ala Amerika.

Menyadari namanya begitu bernilai, dia merambah bisnis ke berbagai bidang dengan memakai merk dagang “Trump”. Ada bidang hiburan, pendidikan (universitas), pakaian, asesoris dan parfum, air mineral, perjalanan, restoran dan makanan, termasuk penerbitan buku-buku yang berjumlah belasan judul. Kini perusahaannya, Trump Organization, memiliki jumlah karyawan lebih 20 ribu orang. Aset kekayaan pribadi Donald sendiri tidak kurang US$4 miliar.

 

Sumber Ilustrasi: Istimewa
Sumber Ilustrasi: Istimewa

 

Sang Pemangsa
Itulah Donald Trump, yang oleh banyak kalangan disebut negosiator ulung nan cerdik. Bahkan ayahnya sendiri, Fred Trump, menjulukinya sebagai seorang raja sekaligus seorang pemangsa.

Sukses di bidang bisnis, khususnya di bidang properti, tidak membuatnya puas diri dan tidak lagi ekspansif. Dia terus merambah ke kota-kota di Asia, yang dinilainya sebagai masa depan pusat bisnis dunia. Dia pun membangun hotel mewah di Dubai (UEA) pada tahun 2010. Di Indonesia, bekerja sama dengan MNC Group pimpinan Hary Tanoesoedibijo, akan membangun Trump Hotel, resort termewah di Asia, pada dua kota, Denpasar (Bali) dan Lido Sukabumi (Jawa Barat).

Kesuksesan di bisnis telah menggodanya untuk terjun ke dunia politik. Tadinya dia mencoba masuk bursa Pilpres 2008 dari jalur independen untuk bertarung dengan Barrack Obama dari Partai Demokrat. Namun diurungkan, karena menurut perhitungannya belum ada calon presiden independen yang memenangi pilpres di AS. Apalagi ketika itu popularitas Barrack Obama tengah melambung, sehingga sangat sulit bagi rival untuk mengalahkannya.

Kini, menjelang Pilpres 2016 dia mencoba maju melalui Partai Republik untuk bersaing dengan calon kuat dari partainya (Ben Carson) maupun dari Partai Demokrat (Hillary Clinton). Pidato-pidatonya yang kontroversial merupakan cerminan seorang berkarakter pemangsa (predator). Dia akan menggilas siapa saja yang dinilainya sebagai penghalang, dan akan membuktikan bahwa dia memang pantas menjadi seorang raja (king), baik di bisnis dan kini dia mencoba di politik.

Akankah dia berhasil lolos menjadi kandidat dan berhasil terpilih sebagai presiden AS berikut? Tidak lama lagi waktu akan membuktikannya….

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s