OPINI: ‘Mitos’ dan ‘Fakta’ Investasi KPR (1)

Istimewa/Freepik

Oleh Achmad Adhito

Apakah membeli rumah via KPR (kredit pemilikan rumah) itu merupakan suatu investasi yang menguntungkan? Hal ini memang pertanyaan yang cukup menggelitik. Jawabannya bisa relatif: tergantung dari parameter ‘investasi menguntungkan’ yang kita gunakan.

Lanjutkan membaca “OPINI: ‘Mitos’ dan ‘Fakta’ Investasi KPR (1)”

KIAT: Investasilah ke KPR, Bukan Mobil

Ilustrasi/Istimewa

Kalau Anda pekerja profesional muda yang punya pilihan antara membeli rumah atau mobil menggunakan kredit perbankan, gunakan kacamata keuntungan investasi. Dalam hal ini, sangat jelas bahwa membeli rumah lebih menguntungkan daripada mobil.

Penjelasannya sederhana, nilai rumah selalu naik sedangkan nilai mobil selalu menyusut. Pula, kalau beban bunga dipertimbangkan, membeli rumah lebih menguntungkan.

Secara sederhana, harga rumah naik setidaknya 5% per tahun—berdasarkan kondisi pasar saat ini—maka dalam 15 tahun masa cicilan, berapakah nilai rumah itu? Sudah tentu, jauh melebihi beban bunga KPR yang sekitar 30%-an dari harga beli.

Adapun beban bunga kredit pemilikan kendaraan jauh lebih besar; pengamatan kolumnis BeritaRealEstate.co, beban bunga tersebut bisa 40%-an dari harga beli, dalam waktu maksimal hanya lima tahun. (Dhi)

KIAT: Cermati Rekam Jejak Bank Penerbit KPR

Ilustrasi/Istimewa

Jangan enggan memelajari rekam jejak bank penerbit KPR ataupun KPA, ketika hendak membeli rumah ataupun apartemen melalui pembiayaan lembaga jasa keuangan tersebut. Yang perlu dipelajari, antara lain: rata-rata tingkat suku bunga KPR/KPA dalam beberapa tahun terakhir; interval antara tingkat suku bunga KPR/KPA dengan suku bunga acuan BI Rate dalam periode tertentu; dan lain-lain.

Yang cukup penting, perhatikan rekam jejak bank itu dalam kecepatan menurunkan tingkat suku bunga KPR/KPA, di saat suku bunga acuan BI Rate diumumkan turun oleh Bank Indonesia. Pengamatan kolumnis BeritaRealEstate.co, kecepatan bank dalam menurunkan tingkat bunga KPR/KPA tersebut, tidak sama.

Hal seperti itu penting karena, pada akhirnya, terkait dengan total harga properti yang harus Anda bayarkan ke bank. Untuk KPR ataupun KPA bersistem bunga efektif dan mengambang, hal seperti ini sangat perlu diperhatikan—berbeda dengan KPR/KPA syariah yang banyak menggunakan sistem angsuran bernilai tetap. (Dhi)